SHARE

aksi-walhi-jambiJakarta, GEO ENERGI – Polaritas antara warga Dusun Bukit Rinting, Desa Lubuk Madrasah, Kecamatan Tegal Ilir Jambi dengan PT Wira Karya Sakti Aksi memang terjadi sudah cukup lama. Ketidakcocokan mereka pun terjadi sejak sepuluh tahun terakhir ini, yang dipicu atas pengambilalihan sekitar 2.000 hektare lahan garapan warga oleh PT WKSA yang memegang izin hutan tanaman industri.

Perseteruan itu kemudian meledak ketika salah seorang anggota Serikat Tani Tebo, Indra Pelani tewas terbunuh yang diduga pelalunya adalah penjaga pos PT Wira Karya Sakti Aksi, anak perusahaan kelompok Asia Pulp and Paper.

Dalam permasalahan tersebut, jelas mengundang amarah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jambi serta mengutuk keras pembunuhan tersebut. “Pembunuhan semacam ini, seperti sudah direncanakan secara sistematis,” ucap Musri Nauri selaku Direktur Walhi Jambi kepada wartawan, Senin (2/3).

Salah seorang anggota Walhi, Nick Karim menceritakan bahwa dirinya ketika itu dijemput oleh Indra untuk pergi ke ladang warga yang siap panen raya.

Naasnya, ketika mereka melewati portal dan pos penjagaan PT Wira Karya Sakti dan berada pada pos kembar di Distrik 803, sekitar pukul 16.30 WIB, Nick dan Indra ditanyai oleh penjaga pos. “Kami jawab ingin ke dusun, ke ladang warga,” jelas Nick Karim yang memberikan kronologi kejadian kepada wartawan.

Tidak jelas apa pemicunya, kemudian tujuh lelaki penjaga di pos kembar itu langsung mengeroyok korban. Nick yang mencoba melerai malah terlibat perkelahian tak berimbang. Beruntungnya, Nick bisa kabur meninggalkan kelompok pengeroyok itu. Namun, Indra tak bisa menyelamatkan diri.

Warga desa yang megetahui informasi tersebut lantas melaporkan kejadian itu ke Kepolisian Resor Tebo. Dan pada keesokan harinya, mayat Indra baru bisa ditemukan dengan kondisi tangan dan kaki korban terikat tali, mulut disumpal baju, luka tusukan di pelipis kiri dan kanan, dagu serta kepala, sekitar tujuh kilo meter dari lokasi pengeroyokan setelah pada hari pertama gagal mendapatkan jasad korban.

Juru Bicara Polda Jambi AKB Almansyah mengatakan polisi masih memburu ketujuh pelaku. “Kami sudah mengetahui ke mana mereka melarikan diri,” ujar Almansyah.

Dan dalam waktu yang dekat ini, Walhi Jambi akan mengajukan berkas laporan pembunuhan Indra ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia serta meminta Komnas HAM untuk membentuk tim independen guna menelisik siapa dalang pembunuhan tersebut. (NA)

foto : mongabay.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here