SHARE

Gas-Elpiji-12-KgJakarta, GEO ENERGI – Melonjaknya harga tabung gas elpiji di pasaran yang tidak merata, jelas membuat PT Pertamina banyak melakukan manuver tajam agar tetap bisa menjaga konsumen terhadap pemakaian tabung gas elpiji. Dan bahkan, beberapa hari yang lalu, Ahmad Bambang selaku Direktur Marketing and Trading Pertamina menjelaskan bahwa akan melakukan operasi pasar serta menindak tegas agen/pangkalan yang ketangkap tangan bermain nakal.

Tidak tanggung-tanggung, ganjaran untuk pangkalan bisa langsung berupa surat Pemutusan Hubungan Usaha (PHU). Sedangkan bagi agen yang pangkalannya nakal, diberi Surat Peringatan (SP) sambil menunggu penelitian lebih lanjut. Jika memang agen tersebut ditemukan keterlibatan, maka akan menanggung nasib sama seperti pangkalan, berupa PHU.

Harusnya dengan peringatan tersebut, baik agen maupun pangkalan sudah bisa mengikuti aturan main akan harga jual tabung gas elpiji. Sebagai contoh di Jabodetabek, meskipun Pertamina telah menyiarkan kenaikan harga gas elpiji tabung 12 kilogram (kg) sebesar Rp 5.000 per tanggal 1 Maret lalu, namun kenyataan di lapangan jauh berbeda. Kenaikan harga gas elpiji di wilayah Kota Depok, Jawa Barat mencapai nominal Rp 10.000.

“Yang tabung gas elpiji 3 kg harga tetap sesuai Harga Eceran Tertinggu (HET) pemerintah. Di Jabodetabek ya hanya Rp. 16.000/tabung. Untuk 12 kg, menjadi Rp. 134.700 per tabung,” jelas Ahmad Bambang, Selasa (3/3).

Penting untuk diketahui bersama bahwasannya pemerintah menaikkan harga gas nonsubsidi ini karena mengikuti kenaikan harga minyak dan elpiji di pasar internasional. Selama ini memang benar, fluktuatif harga minyak dunia sedang naik-turun sehingga memberikan dampak langsung pada negeri ini. (NA)

foto:sapujagat.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here