SHARE

Diskusi2 IJTI di bakul kopiJakarta – GEO ENERGI – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Widya Yudha khawatir kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium senilai Rp200 yang mulai berlaku pada 1 Maret 2015, akan mendongkrak laju inflasi dibulan April mendatang.

Untuk mengantisipasi melonjaknya angka inflasi pada bulan mendatang, dia meminta kepada pemerintah, khususnya kementerian terkait untuk melakukan operasi pasar. Upaya ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga-harga kebutuhan pokok tak ‘latah’ ikut naik.

“Pengalaman kita kalau BBM naik semua harga pokok ikut naik, tapi kalau harga BBM turun harga kebutuhan pokok tak ikut turun. Kita tak ingin kenaikan harga BBM ini berdampak pada laju inflasi,” ujar Satya kepada wartawan usai acara diskusi ‘Energi Kita’ di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Ahad (11/3).

Selain itu, pemerintah dengan Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS) bisa¬† bersama mengatur laju inflasi. Satya mengatakan, harga-harga komoditas yang terukur dan diatur pemerintah harus tetap dijaga. “Jadi untuk menjaga terjadinya kenaikan harga seprti beras, air, gula, termasuk tarif listrik harganya harus tetap dijaga.”

Satya menambahkan, pemerintah harus bisa menjelaskan kepada masrakat bahwa kenaikan harga BBM tidak selamanya terjadinya. Karena bisa saja pada bulan-bulan mendatang, harga BBM kembali turun. (RBW)

foto:Nurisman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here