SHARE

Jakarta, GEO ENERGI– AM Putut Prabantoro, sebagai mantan penasihat ahli kepala BP Migas Bidang Komunikasi, mencoba membuka misteri di balik pembubaran BP Migas, melalui buku dengan judul “Migas the Untold Story”.

Sama-sama kita ketahui, pada 13 November 2012 lalu, Lembaga pemerintah yang saat ini digantikan dengan SKK-Migas tersebut, merupakan “master of mistery”. Karut-marut dunia migas hingga saat ini, seakan-akan mengonfirmasi adagium plesetan ‘fun for all, all for fun. Hal tersebut terungkap saat diskusi bedah buku “Migas the Untold Story”, yang di tulis oleh AM Putut Prabantoro. Diskusi ini sendiri di gelar di Aula Gedung Yustinus, Unika Atma Jaya, Rabu (25/2).

Dalam membedah isi buku tersebut secara mendalam, Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Katolik Indonesia Atmajaya, sebagai penyelenggara juga turut menghadirkan R. Priyono (Mantan Kepala BP Migas), Fahmi Radhi (Anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas), Amin Sunaryadi (Kepala SKK-Migas), A. Prasetyantoko (pengajar Bid. Ekonomi Unika Atma Jaya), serta Nia Sarinastiti (pengajar Bid. Komunikasi Unika Atma Jaya).

“Migas The Untold Story”, merupakan sebuah buku yang berisi serpihan cerita yang tercecer dari sebuah lembaga yang bernama BPMigas yang telah dibubarkan.

Kontroversi dibalik Pembubaran BP Migas 

Sama-sama kita ketahui, pada 13 November 2012 lalu, Lembaga pemerintah yang saat ini digantikan dengan SKK-Migas tersebut, merupakan “master of mistery” industri permigasan Indonesia. Karut-marut dunia migas hingga saat ini, seakan-akan mengonfirmasi adagium plesetan ‘fun for all, all for fun.

AM Putut Prabantoro, sebagai mantan penasihat ahli kepala BP Migas Bidang Komunikasi, mencoba membuka misteri di balik pembubaran BP Migas, melalui buku dengan judul “Migas the Untold Story”.

“Itulah sejarah kelam yang harus diterima oleh bangsa dan negara Indonesia tercinta ini. Kita semua harus menerima semua ini sebagai bagian dari sejarah panjang perjalanan dunia migas Indonesia, tanpa harus mengambinghitamkan siapa pun,” kata Putut, dalam acara bedah buku “Migas The Untold Story” yang di gelar di Unika Atma Jaya, Rabu (25/2).

Pada buku “Migas The Untold Story” yang ditulis Putut, secara jelas menyimpulkan, pembubaran BP Migas kontroversial, penuh tendensi politis atas nama nasionalisme. Pembahasaan dalam buku setebal 169 halaman ini diujarkan dalam bentuk pemaparan berbentuk fakta-fakta yang mencantumkan bukti sejarah baik dalam bentuk pemberitaan maupun catatan ilmiah.

Selama ini apakah kita berdaulat energi?

AM Putut Prabantoro yang sejak 2007 menjadi konsultan komunikasi Badan Kordinasi Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakorkamla RI kini menjadi Bakamla) menyiratkan ancaman serius atas blunder berupa pembubaran BPMigas dalam buku “Migas The Untold Story”.

Pada dasarnya, mantan Penasihat Ahli Kepala BP Migas Bidang Komunikasi, ini mempertanyakan dasar pokok pembubaran BP Migas. Dalam bukunya, Putut melihat ada kejanggalan dalam pembubaran lembaga tersebut.
 
“Selama ini apakah kita berdaulat energi? Apakah dulu saat BP Migas ada, kita kehilangan kedaulatan energi? Memang sampai saat ini kita bisa dibilang tidak berdaulat energi? Kita tidak punya sama sekali cadangan energi,” kata Putut (DSU)

foto:wowdahsyad.blogspot.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here