SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Adanya upaya hukum yang dilakukan oleh Sutan Bhatoegana untuk mempraperadilkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas status tersangkanya, dinilai sebagai upaya konsolidasi para tersangka korupsi untuk bisa lepas jerat hukum yang tengah melilitnya.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengatakan, upaya yang dilakukan tersangka dugaan tindak pidana penerimaan gratifikasi dalam penetapan APBNP Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini juga salah satu cara dalam melemahkan KPK.

“Selain salah satu upaya untuk konsolidasi, cara ini juga salah satu upaya untuk melemahkan KPK dalam pemberantasan korupsi,” tegas Bonyamin ketika dimintai komentarnya, Kamis (26/2) malam.

Namun Dia merasa yakin gugatan praperadilan mantan Ketua Komisi VII DPR RI ini akan ditolak oleh pengadilan. Pasalnya, Sutan yang juga pendiri partai Demokrat sudah dijebloskan ke sel tahanan. Hal inilah yang membedakan kasus Sultan dengan gugatan praperadilan Budi Gunawan.

“Saya yakin apa yang dilakukan Sutan dan juga Suryadharma akan ditolak oleh pengadilan. Karena khusus Sutan KPK sudah melakukan penahanan,” pungkas Boyamin.

Sebelumnya, Sutan Bhatoegana melalui kuasa hukumnya Eggy Sudjana akan melayangkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan ini terkait dengan penetapan tersangkanya. “Penetapan status tersangka terhadap Bapak Sutan Bhatoegana sangat dipaksakan dan tidak jelas unsur hukumnya,” kata Eggi kepada wartawan di Jakarta.

Eggi menambahkan, dalam testimoni kliennya menyatakan, bahwa dia merasa telah menyelamatkan uang negara sebesar Rp1,4 dalam APBN 2012 dan Rp4 trilyun pada kasus SKK Migas. Bahkan selama menyandang status tersangka, KPK tak pernah menunjukan alat bukti terkait kasus yang disangkakannya.

“Dalam statusnya sebagai tersangka, Pak Sutan juga tidak pernah diberikan alat bukti oleh KPK,” jelas Eggy yang juga pengacara Budi Gunawan.

Sutan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak Rabu (14/5) tahun lalu. Namun, penyidik baru menahannya, Senin (2/2) tahun ini. Dia ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat.

Kasus yang menjeratnya merupakan pengembangan dari kasus suap mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. Sutan dijerat dengan Pasal 12 a atau b, atau Pasal 11, atau Pasal 12 B, Undang-Undang 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu Kitab UU Hukum Pidana. (RBW)

foto:tipikorjabar.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here