SHARE

SPBUJakarta, GEO ENERGI – Selaras dengan melonjaknya volume kendaraan pribadi dari tiap tahunnya, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin menyarankan agar pemerintah perlu mengambil langkah konkret dalam pengendalian penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya yang bersubsidi. Hal tersebut beliau sampaikan saat Jumpa Pers di Kantor Komite Penghapusan Bensin Bertimpal, Gedung Sarinah lt. 12, Jakarta Pusat.

“Subsidi BBM untuk sektor transportasi terus meningkat. Bayangkan, dimulai dari tahun 2011 yang hanya Rp. 164,7 T. Lalu di tahun 2012 mencapai 211 T. Beruntungnya pada tahun 2013 sempat berkurang menjadi 199,9 T,” ujar Ahmad Safrudin, Kamis (26/2).

Beliau juga menambahkan, untuk masa mendatang, beban ini akan terus meningkat seiring dengan peningkatan BBM di sektor transportasi yang di mana, pada tahun 2019 konsumsi bensin diprediksi naik beberapa persen.

“Oleh sebab itu, untuk di sektor transportasi pemerintah harus sudah mengendalikan beban penyediaan BBM bersubsidi melalui penetapan standar konsumsi BBM 25% lebih hemat dari tahun sebelumnya dengan pengembangan kedaraan berteknologi,” tambahnya. (NA)

foto:Hermana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here