SHARE

Sutan-bhatoeganaJakarta, GEO ENERGI – Sarpin Effect teryata sudah menjadi fenomena bagi para tersangka yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali mengajukan gugatan praperadilan, kini giliran mantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana berencana akan mengajuka gugatan praperadilan atas status tersangkanya.

Kuasa hukum Sutan Bhatoegana, Eggy Sudjana mengatakan, banyak kejanggalan yang dialami oleh kliennya yang ditetapkan menjadi tersangka dugaan tindak pidana penerimaan gratifikasi dalam penetapan APBNP Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di saat masih menjabat sebagai ketua komisi VII DPR.

“Penetapan status tersangka terhadap Bapak Sutan Bhatoegana sangat dipaksakan dan tidak jelas unsur hukumnya,” kata Eggi kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, Hakim Tunggal Sarpin Rizaldi telah mengabulkan gugatan praperadilan yang diajukan oleh Komjen Budi Gunawan terkait status tersangkanya. Putusan Hakim Sarpin ini rupanya telah menjalar ke Suryadharma Ali dan Sutan Bhatoegana yang juga berencana akan mengajukan gugatan praperadilan atas status tersangkanya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dikatakannya, pada awalnya Sutan mengira KPK adalah manusia setengah dewa tapi ternyata KPK adalah manusia setengah srigala. Karena Sutan yang jujur tapi malah jadi sasaran KPK. Apalagi ia merasa telah menyelamatkan uang negara sebesar Rp1,4 APBN 2012 dan Rp4 trilyun pada kasus SKK Migas. Bahkan selama menyandang status tersangka, KPK tak pernah menunjukan alat bukti terkait kasus yang disangkakannya. “Dalam statusnya sebagai tersangka, Pak Sutan juga tidak pernah diberikan alat bukti oleh KPK,” jelas Eggy yang juga pengacara Budi Gunawan.

Dia juga mengakui, pengajuan praperadilan kliennya juga karena dimenangkannya gugatan Budi Gunawan oleh hakim tunggal PN Jakarta Selatan Sarpin Rizaldi. Pengajuan praperadilan yang dilakukan saat ini juga lantaran sebelumnya banyak terduga tersangka yang merasa takut dengan KPK.

Sutan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak Rabu (14/5) tahun lalu. Namun, penyidik baru menahannya, Senin (2/2) tahun ini, di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat. Kasus yang menjeratnya merupakan pengembangan dari kasus suap mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. Sutan dijerat dengan Pasal 12 a atau b, atau Pasal 11, atau Pasal 12 B, Undang-Undang 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu Kitab UU Hukum Pidana. (RBW)

foto:wartakota.tribunnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here