SHARE

Blok-mahakamJakarta, GEO ENERGI– Pemerintah melaluli Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengaku akan segera memperpanjang 17 kontrak kerja sama (KKS) migas yang segera berakhir pada tahun 2019.

Pelaksana tugas (PLT) Direktur Jendral Migas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja mengatakan, nantinya pemerintah akan memprioritaskan perpanjangan KKS pada blok migas yang di kelola oleh PT Pertamina (Persero). Hal itu merupakan dukungan pemerintah untuk mendukung pengelolaan blok migas jatuh kepada pihak pemerintah dalam hal ini Pertamina.

” Ada 17 blok migas yang akan habis 5 tahun mendatang. Kemudian saat ini ada yang sedang proses perpanjangan, kalau yang memperpanjangnya Pertamina akan diperpanjang. Tapi kalau yang bukan Pertamina, opsi-opsinya tetap diberikan ke Pertamina. Itu Prioritinya,” ucap Wiratmaja saat diwawancarai wartawan di kantornnya, Plasa Centris Jakarta, Rabu (25/2/2015).

Wirat mengungkapkan ada 2 blok migas yang KKS-nya segera habis, namun kedua blok migas itu akan diperpanjang yang diutamakan untuk Pertamina, bahkan pihak kementerian ESDM mengaku tengah menunggu proposalnya.

” Offshore North West Java kan operetonya pertamina, kemudian pase dan gebang juga pertamina. Pertamina juga yang maju disitu. Kalau yang pasti ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kemudian, Kita lagi nunggu proposalnya pertamina untuk itu, Nanti kita lihat bareng-bareng disitu kemudian kita diskusikan lagi,” paparnya.

Menurutnya, jika Pertamina tak mau mengelola mengelola blok migas tambahan, pemerintah akan memberikan tawaran kepada pihak eksisting agar pengoperasian tetap berjalan.

” Kita coba dulu tawarkan dulu ke Pertamina, tapi kalau mereka ngak mau baru kita tawarkan ke eksisting, kemudian kalau mereka (eksisting) juga ngak mau baru kita lelang ulang lagi,” katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah bukan tak mau mendukung pengoperasian blok migas jatus ke Pertamina, tapi perusahaan minyak dan gas raksasa milik Indonesia itu belum meminta semuanya.

” Buktinya kita kasih sepenuhnya kepada Pertamina semua, karena Pertamina itu baru memiliki kurang 20 persen blok-blok di Indonesia, harusnya national company itu paling tidak 40 persen, maka dari itu kita terus mendorong Pertamina untuk berani mengelola semua itu,” ucapnya.

Meski demikian, Wiratmaja berharap Pertamina mau mengoperasikan semua blok migas yang kini masih dikelola oleh pihak swasta.

” Semoga diminta semua oleh pertamina. Yang sudah jelas menunjukan interes pertamina itu, yang dekat-dekat Offshore North West Java udah jalas diperpanjang, pase gebang, terus blok mahakam,” tutupnya.

Untuk diketahui, diantara blok-blok migas milik pemerintah, 17 diantaranya akan habis KKS dengan berbagai pihak, baik itu Pertamina maupun pihak-pihak swasta lainnya.

Adapun ke 17 blok migas itu :

1. Gebang Blok (berakhir 2015)
2. Offshore North West Java (berakhir 2017)
3. Lematang Blok (berakhir 2017)
4. Warim (berakhir 2017)
5. Mahakam Blok (berakhir 2017)
6. Attaka (berakhir 2017)
7. Tuban (berakhir 2018)
8. Ogan Komering (berakhir 2018)
9. Sanga-Sanga Blok (berakhir 2018)
10. Southeast Sumatra (berakhir 2018)
11. B Blok (berakhir 2018)
12. NSO/NSO Ext (berakhir 2018)
13. Tengah Blok (berakhir 2018)
14. East Kalimantan (berakhir 2018)
15. Pendopo dan Raja (berakhir 2019)
16. Bula (berakhir 2019)
17. Seram Non Bula (berakhir 2019).
(REZ)

foto:bemkmftugm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here