SHARE

lapangan migasJakarta, GEO ENERGI – Dosen fakultas Ekonomi Unika Atma Jaya, Prasetyantoko mengatakan, praktik mafia migas bukan hanya terjadi di Indonesia tapi hampir terjadi di setiap negara. Dikatakannya, sektor migas ini telah mempengaruhi kedaulatan bangsa secara global.

“Mafia migas hampir terjadi di setiap negara, jadi bukan saja terjadi di Indonesia. Sektor migas sektor yang paling banyak hantunya,” kata Prasetyantoko pada acara diskusi buku “Migas The Untold Story” karya AM Putut Prabantoro di Unikia Atma Jaya, Jakarta, Rabu (25/2).

Ia menambahkan, salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan harga minyak dunia turun adalah ditemukuannya sumber energi baru di Amerika Serikat (AS). Namun biaya ekspolorasi sumber energi baru yang bernama shelgas ini harganya sangat tinggi.

“Biaya eksplorasi energi baru ini sekitar $50-60 per barel, sementara Arab Saudi hanya mengeluarkan biaya eksplorasi kurang dari $10 per barel,” katanya.

Selanjutnya dia berseloroh, jika ada yang bertanya kapan harga minyak dunia kembali naik, pria yang akrab dipanggil Pras ini mengatakan, “Kalau Putin (Presiden Rusia-red) sudah jatuh, harga minyak akan naik lagi,” ucapnya. (RBW)

foto: iress.web.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here