SHARE

Timika – GEO ENERGI – Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hari ini, Rabu (25/2) melakukan pertemuan dengan pemerintah Provinsi Papua untuk membahas rencana pembangunan Smelter milik PT Freeport Indonesia (PTFI).

Namun sayangnya tidak ada satupun pihak PTFI yang hadir dalam pertemuan tersebut, padahal pertemuan dilakukan di Hotel Rimba Papua di Timika,  yang merupakan hotel yang dimiliki dan dikelola oleh pihak PTFI.

Tidak ada keterangan mengapa PT Freeport tidak hadir dalam pertemuan tersebut, padahal inti utama pertemuan bertujuan untuk membahas rencana pembangunan smelter PTFI. Kontan hal tersebut menjadi bahan pertanyaan oleh anggota Komisi VII dan tamu undangan yang hadir yakni Gubernur Papua, Lukas Enembe, Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, Bupati Puncak, Willem Wandik.

Kekecewaan atas tidak hadirnya perwakilan PTFI pun ditunjukan oleh anggota Komisi 7 Jamaluddin Jafar, bahkan Jamal mengatakan, PTFI harus ditegur lantaran tidak menghargai tim DPR yang telah jauh-jauh datang dari Jakarta.

“Kita harus beri teguran keras, sudah jauh-jauh datang dari Jakarta, ini kalau kita naik Emirates sudah sampai di Dubai,” kata Jamal.

Politikus Partai Amanat Nasional itu lantas meminta kepastian apakah PTFI diundang atau tidak kepada pimpinan pada saat rapat tersebut, yakni Wakil Ketua Komisi VII Tamsil Linurung. “Sudah diundang, namun tidak hadir, besok kita tanyakan,” jelas Tamsil.

Hingga kini rapat tersebut, masih berlanjut dimana tengah dilakukan presentasi oleh tim dari Kabupaten Mimika terkait lokasi pembangunan smelter. (ACN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here