SHARE

Timika,, GEO ENERGI – Bupati Kabupaten Mimika, Papua, Eltinus Omaleng ngotot agar pabrik pemurnian logam (Smelter) PT Freeport Indonesia (PTFI) dibangun di tanah Papua. Hal tersebut dia ungkapkan dalam pertemuan tim Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi VII.

Eltinus mengatakan pihaknya telah menyediakan lahan untuk pembangunan smelter di kawasan Pomako, Kabupaten Mimika, seluas 650 hektar. Lahan tersebut berada didalam kawasan yang direncanakan akan dibangun kawasan industri Pomako seluas 3300 hektar.

“Pelabuhan sudah ada, tidak perlu cari lagi, kita sudah buat tim untuk turun kemasyarakat, biarkan pemerintah yang urus,” kata Eltinus di Timika, Mimika, Papua, Rabu (25/2).

Sebelumnya pihak kementrian ESDM telah memerintahkan bahwa jika smelter PTFI dibangun di Papua maka persoalan pembebasan lahan dan pembangunan fisik smelter diserahkan kepada pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten terkait, termasuk dana pembangunan smelter.

Menyikapi hal tersebut, kata Eltinus, pihaknya akan berusaha untuk mendapatkan investor yang berminat membangun smelter PTFI di Papua. “Tapi kalau memang Freeport mau bantu (dana) kita tidak apa-apa yang penting kita akan bangun, kita juga ada 28 kabupaten dan 1 kota yang akan sumbang sambil cari investor,” kata dia.

Eltinus mengatakan, jika memang smelter benar-nebar dibangun dan dapat selesai sesuai target pada 2017, maka PTFI diwajibkan untuk menggunakan fasilitas smelter tersebut. “Wajib hukumnya Freeport harus pake.” (ACN)

foto:skalanews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here