SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – “Kami sudah mendistribusikan LPG 3 kg sesuai kuota baru yang sudah naik dari sebelumnya, bahkan ditambah jika ada potensi kosong melalui operasi pasar. Namun masih saja ada permainan penimbunan agar harga dapat naik,” ujar Direktur Marketing and Trading Pertamina, Ahmad Bambang, Selasa (24/2).

Gelombang naik-turun disertai kelangkaan salah satu kebutuhan pokok rumah tangga, tabung gas elpiji, tentu menjadi polemik bagi masyarakat luas, khususnya untuk masyarakat yang kurang mampu. Tak pelak jika timbul afirmasi bahwa, “Rakyat miskin tidak pernah dianggap miskin.”

Mengenai permasalahan tersebut, Ahmad Bambang justru menyanggah kalau pendistribusian tidak merata dan dengan kuota sedikit. Kelangkaan elpiji untuk di wilayah Jabodetabek cukup mengherankan. Entah ada apa gerangan di balik itu semua.

Di waktu yang sama, beliau juga kembali menegaskan tentang adanya sabotase dari pihak tertentu di luar sepengetahuan pihak Pertamina.

“Belum lagi kemungkinan tindakan ilegal lainnya. Karena ini barang subsidi, kami inginnya agar Pemerintah mengatur hanya kepada yang berhak saja, syukur-syukur jika subsidinya diberikan secara tetap/fix misal,” tambahnya. (NA)

foto:jurnalpatrolinews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here