SHARE

Jakarta, GEO ENERGI – Belakangan ini, keluhan demi keluhan kian menggerogoti tubuh Pertamina. Bagaimana tidak, ketersediaan tabung gas elpiji di pasaran Jabodetabek sudah mulai mengalami kelangkaan. Dan, sekalipun ada, harga yang ditawarkan oleh beberapa agen di beberapa titik mencapai harga yang tinggi. Ditambah ketidakstabilan harga yang malah terus naik, justru semakin membuat resah sebagian masyarakat luas.

Yang jadi pertanyaan, permainan dari pihak manakah hal tersebut terjadi?

Saat kami tanya prihal ini melalui pesan singkat, Direktur Marketing and Trading Pertamina, Ahmad Bambang menjelaskan bahwa sebenarnya kuota nasional sudah naik menjadi 5,7 juta ton/tahun. Kuota daerah itu dibahas oleh ESDM dengan mempertimbangkan usulan kepala daerah. Kemudian per wilayah yang dilayani oleh agen ditentukan dari kuota sebelumnya, ada/tidaknya agen baru serta kenaikan volumenya.

Barang tentu, penjelasan dari beliau memberikan kejelasan akan masalah ini, dan juga mengungkapkan sedikit perdebatan yang terjadi di berbagai media.

“Hanya saja, perlu dipahami bahwa LPG 3 kg ini kan barang subsidi, ada kuota volume nasionalnya, lalu dibagi kuota daerah dan terakhir kuota agen. Artinya, agen hanya membeli sesuai kuota lah. Ya memang seperti itulah aturannya dari dulu. Artinya, agen hanya boleh menebus sesuai kuota. Namun apabila ada kelangkaan walau “semu” atau sesaat, kami tambahkan kuota melalui operasi khusus (operasi pasar) yg merupakan cadangan,” tambah beliau, Selasa (24/2). (NA)

foto:gresnewa.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here