SHARE
Istimewa/Ilustrasi

Jakarta, GEO ENERGI– Harga minyak mentah Senin kemarin melanjutkan penurunan setelah Libya kembali melakukan ekspor minyak mentah dari pelabuhan Zueitina setelah selama satu tahun belakangan terhenti, harga minyak mentah WTI dan Brent makin tergerus karena dengan peningkatan ekspor dari Libya tersebut maka pasokan minyak global makin tinggi.

Hari ini, Selasa (24/2) harga minyak mentah di akhir perdagangan mengalami penurunan lanjutan di bursa komoditas Amerika Serikat. Harga komoditas tersebut genapi penurunan untuk dua sesi berturut-turut di balik kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan minyak mentah global dan menguatnya nilai tukar dollar AS.

Seperti yang dilansir vibiznews.com, Harga minyak mentah WTI kontrak Maret diprediksi akan mengalami tingkat resistensi di 52,00 dollar. Resistensi selanjutnya ada di 55,00 dollar. Jika terjadi pelemahan harga akan mencapai pada posisi 48,00 dollar dan 46,00 dollar. (HER)

foto:vibiznews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here