SHARE

Jakarta, GEO ENERGI – Robohnya 3 Tower PLN oleh orang yang tak dikenal, membuat menyebabkan pelayanan dan penyelesaian pembangunan pusat listrik tenaga uap (PLTU) Pangkalan Susu 2×200 Mega Watt (MW) mengalami gangguan.

Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto mengungkapkan, untuk mengantisipasi itu, pihak PLN segera membangun mergency tower untuk menggantikan ketiga tower tersebut.

“ Langkah awal yang ditempuh PLN untuk mengatasi permasalahan tower tersebut adalah segera memasang tower emergency sementara sebanyak lima tower agar dapat segera mengalirkan energi listrik ke sub sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara”, ujar Bambang Dwiyanto dalam keterangan persnya, di Jakarta, Jumat (20/02/2015).

Nantinya, pemasangan kelima tower emergency itu akan memerlukan waktu sekitar 6-7 hari, mengingat medan yang cukup berat di lapangan.

” Untuk mencapai lokasi tower nomor 216, harus menggunakan perahu karena berada di tengah-tengah areal tambak dan payau”, ujar Bambang.

Setelah pemasangan tower sementara dilakukan, PLN akan membangun tower baru pada lokasi pondasi yang telah ada, karena menurut pengamatan di lapangan, pondasi tower tersebut cukup baik dan kuat untuk memikul beban tower roboh, dan masih dapat dipergunakan lagi, dengan melakukan modifikasi chimney pondasi tower yang ada. Pondasi ini memang didisain dengan menggunakan bore pile kedalaman 14-16 meter sampaidengan daya dukung tanah dipersyaratkan yang diteruskan dengan pembuatan pad dan chimney toweryang teruji mampu menopang stub angle tower sebagai struktur awal tower transmisi dimaksudtermasuk apabila terjadi kerusakan tower/kawat konduktor.

“ Pembongkaran dan pemasangan tiga tower pengganti membutuhkan waktu sekitar dua bulan denganbekerja secara paralel pada ketiga lokasi tower roboh dimaksud. Transmisi 275 kV Pangkalan Susu – Binjai akan beroperasi sementara dengan tower emergency (diperkirakan operasi 25 Februari 2015) dan akan beroperasi seperti sedia kala pada tanggal 18 April 2015 yang akan datang,” katanya.

Melihat kondisi itu, pihak PLN meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktifitas
Di daerah tower yang roboh. Pasalnya, tower emergency bersifat sementara dan jaraknya ke tanah lebih rendah dari tower aslinya.

“PLN berharap dukungan seluruh masyarakat, khususnya di desaPangkalan Pasir Kecamatan Pangkalan Susu untuk membantu pelaksanaan pembangunan tower emergency dengan tidak melakukan aktifitas yang terlalu dekat ke areal transmisi, sambil menunggu penyelesaian pembangunan tower yang akan mengganti tower yang sudah roboh”, jelas Bambang.

Adapun tower yang robot yakni, tower 214, 215 dan 216 yang berlokasi di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. (REZ)

Foto:utamanews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here