SHARE

Jakarta, GEO ENERGI– Setelah mengalihkan tugas dari Pertamina Energy Trading (Petral) Ltd kepada Integrated Supply Chain (ISC), unit usaha Pertamina yang menjalankan tugas tender minyak, Pertamina mengklaim telah melakukan efisiensi pengeluaran impor.

Vice President ISC Pertamina, Daniel Purba mengatakan, setelah ISC ditugaskan untuk melakukan pengadaan minyak mentah dan produk kilang antara lain Premium, Solar, Avtur dan Pertamax CS sejak 1 Januari 2015, mereka telah melakukan tender pengadaan di dalam negeri.

Dengan tidak lagi menggunakan perantara Petral dalam aktivitas jual-beli, dalam 1,5 bulan ini Pertamina mulai mendapatkan respons positif dari para mitra usaha karena bisa langsung berbisnis dengan Pertamina. ISC telah melaksanakan proses tender langsung pertama kalinya pada 22 Januari untuk pengiriman minyak mentah pada bulan April mendatang.

Dalam tender pertama tersebut diundang 62 mitra usaha untuk mengikuti tender. Dua puluh di antaranya adalah perusahaan minyak nasional dan 15 perusahaan minyak multinasional serta 27 trader.
“Sejak 1 Januari 2015 kita ditugaskan, kita bergerak cepat, mengkaji seluruh kontrak, termasuk konfirmasi korespondensi dalam penyediaan jenis crude/produk dari suplier. Pada 22 Januari kita undang 62 suplier, sampai akhirnya membuka penawaran 2,3 juta barel dari produsen, pemilik kilang, sampai pembelian 140.000 barel produk BBM,” ujar Vice President ISC, Daniel Purba, pada media, di kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (17/2/2015). (FAT/HER)

Foto:muarojambi.wartajambi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here