SHARE

Jakarta, GEO ENERGI – Untuk mencapai target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dipatok mencapai Rp 31,7 triliun dalam APBN Perubahan 2015, pemerintah akan menaikkan royalti pertambangan di Indonesia.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengaku akan kenaikan royalti tersebut, dimana kenaikan itu akan diperuntungkan bagi seluruh jenis pertambangan. ” Untuk yang PNBP memang nanti ada ini, mengusulkan kenaikan tarif ya. Tapi tentunya bukan hanya batu bara, tetapi semua jenis,” kata Bambang saat melakukan konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (17/2/2015) siang.

Bambang mengungkapkan, harga komoditi tengah mengalami penurunan. Namun, itu bukan alasan untuk menaikan royalti, pasalnya semua sember daya mineral dikeruk dari isi bumi Indonesia, untuk memperoleh keuntungan.

” Kami harapkan tentunya tambang ini, meskipun harganya tidak sedang bagus, tapi karena mereka sudah mendapatkan manfaat dari kekayaan alam, maka tarifnya tentunya akan disesuaikan,” ujar Bambang.

Seiring disahkannya APBN Perubahan 2015, yang menargetkan kenaikan mencapai Rp 7,1 triliun dari sebelumnya Rp 24,6 triliun dalam APBN 2015. Bambang menyatakan komitmen pemerintah dalam mengurangi kesenjangan sosial, terutama untuk masyarakat Indonesia. ” Komitmen pemerintah yang baru ini, untuk mengurangi kesenjangan dan memperbaiki kualitas dari manusia Indonesia. Kita sepakat memasukkan ke target pembangunan.” Cetusnya.

Dengan adanya kenaikan royalti ini, tingkat kemiskinan ditargetkan menurun hingga mencapai 10,3 persen dari total penduduk Indonesia berjumlah 2,5 juta orang. Kemudian pengangguran ditargetkan berkurang sebesar 5,6 persen.

“Sedangkan untuk gini ratio 0,40 persen serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 69,4 persen dan ini adalah hal baru,” pungkas Bambang.(REZ)

Foto:idjoel.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here