SHARE

Jakarta, GEO ENERGI – Menjelang berakhirnya izin ekspor konsentrat Newmont pada 18 Maret 2015 mendatang. PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) mengaku optimis mendapat kembali perpanjangan izin ekspor konsentratnya dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

” Saya doanya sudah setiap malam. Jadi optimis (izin ekspor diperpanjang). Selalu optimis,” kata Direktur Utama Newmont Martiono Hadianto di kantor Ditjen Minerba, Tebet, Jakarta, Rabu (18/2).

Ia mengaku optimis lantaran pihaknya telah mengajukan perpanjangan permohonan izin sejak 11 Februari 2015 lalu, atau mengajukan permohonan perpanjangan 30 hari sebelum rekomendasi berakhir.

” Newmont telah mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah untuk pengajuan izin. Sudah sesuai dengan aturan. Pengajuannya 30 hari sebelum Februari, tanggal 18 itu kan februarinya 28 hari,” jelasnya.

Terkait lokasi pabrik pemurnian (Smelter), Martiono Hadianto mengaku tidak mencantumkan kepastian lokasi pabrik pemurnian (smelter) dalam permohonan perpanjangan izin tersebut. Sebab, dalam ketentuannya tidak diharuskan ada kepastian lokasi smelter.

” Aturannya kan nggak ngomong gitu (lokasi smelter). Cuma bilang harus ada jaminan. Kan itu aja. Harus ada progress perkembangan. Yaudah gitu aja,” tandasnya.

Untuk diketahui, izin ekspor konsentrat Newmont diberikan untuk periode 18 September 2014 hingga 18 Maret 2015 dengan kuota ekspor tembaga mencapai sekitar 350.000 ton. Berdasarkan Permen ESDM Nomor 11 tahun 2014, maka Newmont harus mengajukan permohonan perpanjangan izin paling cepat dilakukan 45 hari, dan paling lambat 30 hari sebelum rekomendasi berakhir.

Dengan demikian, Batas Akhir pengajuan paling lambat pada 18 Februari 2015.(REZ)

Foto: mining.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here