SHARE

Jakarta, GEO ENERGI – Permasalahan akan pencemaran udara barang tentu sudah sangat meresahkan. Bagaimana tidak, volume dari asap kendaraan pribadi maupun umum tiap harinya semakin memenuhi langit biru yang indah. Nyawa bergantung di hujung kuku. Mungkin seperti itulah polusi udara yang kian hari semakin berbahaya.

Siang ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membahas hasil pemantauan KLHK terhadap kualitas udara ambien jalan raya terdiri atas 13 Kota Metropolitan, 15 Kota Besar, dan 16 Kota Sedang – Kecil. Pengumuman peringkat ini disampaikan oleh Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, MR Karliansyah dalam acara Media Brieifing di Kantor KLH Jakarta hari ini. Tujuan diselenggarakannya EKUP adalah untuk mendorong kota-kota melakukan pengelolaan kualitas udara melalui penerapan transportasi berkelanjutan, serta menurunkan beban pencemaran dari emisi transportasi di perkotaan di Indonesia.

“Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus berusaha mendorong kota-kota di Indonesia untuk memberikan kontribusi bagi terciptanya udara yang bersih dan sehat yang memenuhi baku mutu kualitas udara ambien. Melalui EKUP, kami mendorong pemerintah kota untuk menerapkan konsep Transportasi Berwawasan Lingkungan (Environmentally Sustainable Transportation) di kotanya masing-masing,” ucap Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, MR Karliansyah, Rabu (18/2). (NA)

 Foto:Nurisman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here