SHARE

Jakarta, GEO ENERGI – Untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional, pemerintah berencana membangun pembangkit listrik yang memiliki kapasitas daya 35 ribu MW atau rata-rata 7.000 dalam 5 tahun kedepan. Kebijakan peningkatan kapasitas listrik nasiona ternyata mendapat apresiasi dari International Energy Agency (IEA).

Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan, IEA memberikan apresiasinya karena terobosan tersebut sangat baik untuk keberlangsungan energi di Indonesia. “ Kebijakan kita untuk 35.000 MW itu diapresiasi IEA, karena banyak sekali terobosan baik regulasi maupun cara pengurusannya”, ujar Sudirman Said memalui siaran pers yang di terima di Jakarta, Rabu (18/2/2015).

Selain itu, IEA juga mengapresiasi adanya penyederhanaan perijinan, seperti Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). “  Penerapan PTSP adalah menghilangkan overlaping dan ketidakpastian. Begitu semuanya ditaruh disatu tempat dan orang hanya berusrusan dengan satu titik maka semuanya menjadi jelas dan membuat proses lebih transparan”, kata Sudirman.

Selama ini koordinasi antar instansi mengalami banyak kendala karena lokasi perijinan berbeda. Dengan pemusatan perijinan dalam satu lokasi tentunya proses rekonsiliasi akan lebih mudah. Proses rekonsialiasi juga dapat dilakukan disatu tempat karena di BKPM itu terdapat banyak instutusi terkait. Kedepan hal seperti ini juga akan diberlakukan bukan hanya saja untuk listrik tapi juga untuk minerba, migas  dan semua sub sektor lain di Kementerian ESDM, ujar Menteri.

Untuk diketahui, kdepan pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan terus meningkat hingga mencapai 5,7 hingga 6 persen, seiring peningkatan tersebut diperlukan tambahan pasokan listrik sebesar 7,5 hingga 8 persen per tahun, untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan pasokan listrik, pemerintah akan membangun pembangkit yang memiliki kapasitas daya sebesar 35.000 MW untuk lima tahun kedepan.(REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here