SHARE

Jakarta, GEO ENERGI– Setelah mengalami tren penurunan di awal tahun kemarin, harga minyak dunia mulai memperlihatkan kenaikan. Harga minyak dunia merangkak naik menjadi 62 dolar AS (Rp 744.000) per barel, mendekati harga tertinggi pada 2015.

Banyak kalangan memperkirakan bahwa kenaikan harga ini diduga dipicu oleh sejumlah ancaman terhadap persediaan minyak Timur Tengah dan prediksi harga yang lebih rendah dari sebelumnya yang kemungkinan bakal mendorong kelambatan produksi minyak AS. “Harga minyak tersebut merupakan pembaruan persepsi yang lebih besar terhadap risiko persediaan minyak mentah. Dalam jangka pendek, momentum itu menggambarkan harga minyak akan terus naik,” ujar Carsten Fritsch, pakar dari Commerzbank.

Untuk diketahui, harga minyak mentah Brent naik 60 sen dari 62 dolar AS (Rp 744.000) per barel pada pukul 18.00 WIB menjadi 62,57 dolar AS (Rp 750.840), Senin lalu. Sementara itu, Dominick Chirichella, Partner Senior Energy Management Institute di New York mengatakan bahwa kenaikan ini merupakan imbas dari kekhawatiran tentang stabilitas zona euro.

Ancaman terhadap produksi minyak mentah Timur Tengah dan Amerika Serikat juga tampaknya memacu harga di pasar meskipun data persediaan global menunjukkan kelebihan pasokan hingga 2 juta barel per hari. “Kami berada dalam mode ini di mana pasar terus diskon karena berita,” kata Dominick Chirichella, Partner Senior Energy Management Institute di New York. (DSU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here