SHARE
www.dw.de

Jakarta, GEO ENERGI – Harga minyak dunia akan tetap bertahan di kisaran US$ 60 – 80 per barrel di tahun 2016, ketika industri tersebut membaik, ungkap CEO Rosneft Igor Sechin ke koran The Indpendent.

Akan tetapi, jika investasi tidak membaik dan permintaan minyak tidak stabil, maka harga minyak dunia akan kembali ke harga US$ 100 – 110 akibat kurangnya investasi di bidang pengeboran dampaknya ke produksi. Rosneft telah mempersiapkan perlawanan terhadap sanksi dari masyarakat Eropa. “Kami akan tetap berjuang: simpul akan terbuka, “ paparnya.

Ketika ditanyakan apakah Rosneft akan melakukan tuntutan legal ke pihak Pengadilan Eropa, Sechin berkata proses akan memakan waktu 1,5 tahun.

“Sanksi terhadap Rusia menjadi terbalik, berdampak buruk terhahadap dunia perbankan dan dana investasi tidak akan bisa lagi menanam modal di Rusia, “ ungkap Sechin.

Ia mengatakan, perekonomian dunia akan mengalami konsekuensi yang berat. Sanksi terhadap sebuah perusahaan tidak bisa dibenarkan. Kami bukan subyek kebijakan politik, oleh karena itu sanksi yang berkembang terhadap perusahaan adalah illegal.

“Bukan hanya Rusia saja yang terkena dampaknya 300,000 proyek di Jerman tergantung kepada pengiriman peralatan dari Rusia, “ tegasnya. (NOY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here